Bunuh Diri Akibat Media Sosial

Posted on
Bunuh-diri-akibat-media-sosial

Bunuh diri akibat media sosial – Bagaimana bisa media sosial menyebabkan orang bunuh diri? Media sosial adalah salah satu tempat di mana orang menghabiskan banyak waktu di zaman sekarang. 

Bunuh Diri Akibat Media Sosial

Di sinilah banyak orang dibodohi banyak data, sementara yang lain memilih data atau informasi yang sama. Orang melakukan ini untuk bersenang-senang atau bahkan sebagai hobi. 

Hanya menggulir ke atas dan ke bawah melalui media sosial dan melihat apa yang dilakukan orang lain.

Pernahkah kita berpikir untuk diri kita sendiri, apa yang melatar belakangi kita menggunakan media sosial? Ada sisi gelap yang tidak semua orang pikirkan atau bahkan peduli. 

Tahukah Anda bahwa media sosial juga dapat menyebabkan orang melakukan bunuh diri? Ada beberapa cara di mana media sosial mempromosikan (melakukan kegiatan) bunuh diri.

Misalnya, ketika kita berinteraksi dengan orang, kita tidak tahu di media sosial seperti di Instagram atau Meta atau aplikasi kencan seperti Tinder dan Engsel. 

Kami memiliki sedikit atau tidak ada pengetahuan tentang siapa mereka dan apa yang mereka lakukan, tetapi kami masih banyak berbagi dengan mereka. 

Beberapa bisa menjadi penjahat dan beberapa sebenarnya bisa menjadi orang baik tetapi kita tidak bisa begitu saja mengatakannya dengan mudah. Orang-orang diperas dan dimanipulasi melalui internet dan ini membuat mereka bunuh diri akibat media sosial.

Yang lain mencoba hal-hal baru yang mereka lihat di internet. Tren baru, aksi, mode, dll. Beberapa tren ini mungkin berbahaya dan memerlukan pengawasan ahli.

Beberapa orang membabi buta melakukan segalanya hanya untuk menjadi viral dan pada gilirannya mereka melukai diri sendiri atau bahkan mati.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Memulai Membuat Blog | Yuk! Ngeblog

Ini mungkin bukan karena keinginan mereka sendiri tetapi hampir seperti bunuh diri. Sangat aman jika kita menggunakan media sosial dan mengikuti tren dengan bijak dan menilai apa efeknya. Jangan sampai, bunuh diri akibat media sosial.

Kami memiliki orang-orang yang banyak berkomentar dan memposting di media sosial. Beberapa orang bahkan melakukannya tanpa tujuan dan dengan sedikit pengetahuan tentang apa yang sedang terjadi.

Dengan melakukan itu, mereka akhirnya hanya mendapatkan troll dan lelucon. Segera semua orang mulai mengolok-olok mereka di mana-mana termasuk di sekolah dan di rumah atau di lingkungan sekitar.

Ini mungkin memiliki efek serius pada psikologi seseorang dan menyebabkan mereka mengalami depresi. Depresi yang sama dapat membuat mereka bunuh diri akibat media sosial dikerenakan depresi.

Beberapa bahkan dengan bodohnya berdebat dengan orang tua atau wali mereka tentang apa yang mereka inginkan karena mereka melihatnya melalui internet. Jika ditolak, mereka melakukan bunuh diri.

Ini mungkin karena mereka tidak mengerti apa yang terjadi atau karena mereka ditekan oleh teman-teman mereka di media sosial. Beberapa hal di internet adalah pamer kepalsuan dan orang perlu memahami ini.

Tidak peduli apa yang kita lihat atau apa yang dilakukan orang lain di media sosial. Seharusnya kita tidak bunuh diri hanya karena hal-hal yang terjadi secara virtual.

Kita harus selalu berhati-hati dengan apa yang kita lakukan di media sosial dan jika terjadi kesalahan, minta bantuan teman atau hubungi pusat bantuan di dunia maya.

Akhir Kata

Saya dan termasuk Anda dan kita semua, harus bijak menggunakan media sosial, jangan sampai bunuh diri akibat media sosial.

Buat yang sudah berpikir secara positif tentang media sosial, tidak ada salahnya memberi pemahaman kepada anak-anak, teman-teman dan masyarakat luas tentang penggunaan media sosial secara bijak.

Baca Juga :  Penjelasan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Demikian urain singkat yang bisa bankpnb.co.id bagikan, semoga dengan tulisan singkat ini ada manfaatnya.