Aplikasi SIPINTAR Enterprise Program Indonesia Pintar (PIP)

Posted on
Aplikasi-SIPINTAR

Aplikasi SIPINTAR – Aplikasi Sistem Informasi Program Indonesia Pintar (SIPINTAR) merupakan aplikasi yang menyajikan berbagai informasi yang berkenaan dengan penetapan dan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP).

Pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan secara detail tentang Program Indonesia Pintar yang ada di aplikasi SIPINTAR. Sedangkan cara penggunaan aplikasi SIPINTAR, silahkan baca di: Cara Menggunakan Aplikasi SIPINTAR.

Artikel ini sangat penting dibaca oleh pihak Dinas Pendidikan, pihak sekolah, orang tua / wali murid, dan peserta didik. Yuk! disimak penjelasan di bawah ini.

Apa itu Program Indonesia Pintar (PIP)

Program-Indonesia-Pintar

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 10 tentang Program Indonesia Pintar atau dikenal sebagai dengan singkatan PIP adalah Kontribusi pemerintah berbentuk uang cash dalam memperluas akses serta peluang belajar dari pemerintah yang diserahkan ke peserta didik serta mahasiswa yang datang dari keluarga kurang mampu atau rawan miskin buat mendanai pendidikan lewat Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementrian Sosial (Kemensos), dan Kementrian Agama (Kemenag) berkolaborasi dalam menyelenggarakan Program Indonesia Pintar. 

Berdasarkan Peraturan Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 8 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar mengatur Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah dan Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi.

Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah peruntukkannya bagi anak berusia 6 – 21 tahun dan penyelenggaraannya atas kolaborasi antara Dinas Pendidikan Propinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota dari seluruh wilayah Indonesia memberikan informasi kepada seluruh sekolah.

Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi diperuntukkannya bagi mahasiswa miskin yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin yang diterima di Perguruan Tinggi. Semuanya bisa Anda lihat di aplikasi SIPINTAR.

Nawacita 5 : meningkatkan kualitas hidup manusia melalui Program Indonesia Pintar sebagai berikut :

  1. Membangun keluarga produktif
  2. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program perlindungan sosial
  3. Menambah koordinasi dengan menteri sosial dan team nasional pencepatan pengendalian kemiskinan, dan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota
  4. Menyediakan Kartu Indonesia Pintar sejumlah penerima Program Indonesia Pintar untuk jenjang SD, SMP, SMA / SMK
  5. Membayarkan manfaat Program Indonesia Pintar kepada para peserta didik
  6. Mensosialisasikan secara intensif kepada penerima Program Indonesia Pintar

Tujuan Program Indonesia Pintar (PIP)

Tujuan utama dari Program Indonesia Pintar (PIP) ini adalah upaya pemerintah dalam mencegah angka putus sekolah dan diharapkan dapat menarik peserta didik untuk kembali bersekolah. 

Baca Juga :  Manfaat Blogging | Mengapa Blogging Akan Meningkatkan Bisnis Anda?

Program Indonesia Pintar mempunyai tujuan memberikan bantuan dana peserta didik yang bersekolah dan berasal dari keluarga miskin / rentan miskin / prioritas tetap akan mendapatkan layanan pendidikan sampai menamatkan pendidikan menengah yang dijalankan melalui pendidikan formal  maupun non formal. 

Selanjutnya tujuan yang lain dari Program Indonesia Pintar adalah meringankan biaya secara individu peserta didik seperti membeli perlengkapan sekolah / kursus, uang saku dan biaya transportasi, biaya praktik tambahan serta biaya uji kompetensi.

Perbedaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP)

Peserta didik yang mendapatkan Program Indonesia Pintar akan diberikan Kartu Indonesia Pintar sebagai tanda bahwa peserta didik tersebut sebagai penerima bantuan Program Indonesia Pintar. Pemerintah memberikan Kartu Indonesia Pintar hanya satu setiap peserta didik yang masuk ke dalam Program Indonesia Pintar. 

Perbedaan antara Program Indonesia Pintar dengan Kartu Indonesia Pintar terletak pada perwujudannya, bahwa Program Indonesia Pintar yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan sebuah program untuk memberikan bantuan biaya pendidikan personal peserta didik.

Sedangkan Kartu Indonesia Pintar sebagai media untuk menyalurkan Program Indonesia Pintar agar langsung sampai ke peserta didik dan untuk memudahkan penyalurannya semua ada di aplikasi SIPINTAR

Cara Mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Cara mendapatkan Kartu Indonesia Pintar melalui alur yaitu peserta didik membawa Kartu Keluarga Sejahtera orang tuanya, jika tidak mempunyai Kartu Keluarga Sejahtera dapat meminta Surat Keterangan Tidak Mampu dari RT / RW dan Kelurahan / Desa terlebih dahulu sebagai pelengkap syarat pendaftaran.

Peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar merupakan hasil pemadanan terkini dari data peserta didik yang tercacat di dapodik dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kemensos. Usulannya dari dinas pendidikan atau pemangku kepentingan yang bersumber dari dapodik dan akan terhubung ke aplikasi SIPINTAR.

Mekanisme Penetapan Penerima Berdasarkan DTKS

Proses pemadanan data calon penerima Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah dilakukan oleh Pusdatin Kementrian Sosial selanjutnya di lakukan proses verifikasi dan validasi hasil pemadanan antara DTKS dan Dapodik Kementrian dan Kebudayaan.

Setelah itu Penerima Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah ditetapkan melalui SK KPA Puslapdik. Uraian ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Mekanisme-Penetapan-Penerima-Berdasarkan-DTKS

Mekanisme Penetapan Penerima Berdasarkan Usulan

Data usulan dari satuan pendidikan melalui Dapodik masuk ke dalam aplikasi sipintar. Data usulan berasal dari data usulan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten / Kota, pemangku kepentingan, dan perorangan selanjutnya diverifikasi menjadi data unik kemudian melewati proses validasi untuk di rubah menjadi data lengkap.

Ketika data tersebut sudah lengkap maka penerima Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah ditetapkan melalui SK KPA Puslapdik. Uraian ini dapat dilihat pada alur di bawah ini :

Mekanisme-Penetapan-Penerimaan-Berdasarkan-Usulan

Besaran Dana Program Indonesia Pintar yang Diperoleh

Besaran-Dana-PIP

Dana Program Indonesia Pintar yang diperoleh masing-masing peserta didik sebagai berikut:

  1. Peserta didik berada pada jenjang Sekolah tingkat Dasar / Paket A memperoleh Rp 450.000 / tahun
  2. Peserta didik berada pada jenjang Sekolah tingkat menengah pertama / Paket B memperoleh Rp 750.000 / tahun
  3. Peserta didik berada pada jenjang SMA / MA / Paket C mendapatkan Rp 1.000.000 / tahun. 

Peserta didik yang mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar mempunyai kewajiban yaitu:

  1. Menjaga Kartu Indonesia Pintar dengan baik
  2. Menggunakan bantuan Program Indonesia Pintar untuk keperluan yang relevan
  3. Rajin belajar, tidak putus asa, terus belajar dan bersekolah, disiplin dan tekun.

Peruntukkan dana Program Indonesia Pintar untuk meringankan biaya individu siswa seperti pembelian peralatan sekolah / kursus, transportasi, uang saku dan biaya praktek tambahan serta uji kompetensi.

Baca Juga :  Cara Menulis Posting Blog | Strategi Menulis Konten SEO

Mekanisme Pelaksanaan Verifikasi dan Validasi DTKS

Mekanisme-Pelaksanaan-Verivikasi-dan-Validasi-DTKS

Kartu Indonesia Pintar jika hilang / rusak menjadi tanggung jawab pemilik, jika hilang dapat meminta penggantian kartu yang baru dengan memberitahukan nomor Kartu Indonesia Pintar dan menyertakan identitas diri yang lain. 

Koordinasi Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial

Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial berada dalam Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota mengumpulkan data tersebut menjadi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini :

Kordinasi-Dinas-Pendidikan-dengan-Dinas-Sosial

Selanjutnya data dapat dilihat di aplikasi SIPINTAR.

Penyaluran Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah 

Puslapdik menerbitkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) berdasarkan SK Penetapan untuk diproses oleh KPPN menyalurkan dana sesuai SP2D ke rekening penyalur atas nama Puslapdik.

Selanjutnya Bank melakukan penyaluran dana ke rekening Simpanan Pelajar (Simpel) peserta didik. Ada 2 Bank Penyalur sebagai penyalur yaitu:

  1. Bank BNI untuk peserta didik jenjang SMA, SMK, SMALB, SMK, Paket C.
  2. Bank BRI untuk peserta didik jenjang SD, SDLB, Paket A, SMP, SMPLB, Paket B. 

Silahkan perhatikan gambar dibawah ini :

Penyaluran-Dana-PIP-Dikdasmen

Penyampaian Surat Keputusan Penerima PIP Pendidikan Dasar dan Menengah

Surat Keputusan dan data penerima Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah dapat langsung diakses oleh Dinas Pendidikan Provinsi / Kabupaten / Kota dan satuan pendidikan melalui aplikasi SIPINTAR.

Dalam hal satuan pendidikan belum / tidak dapat mengakses aplikasi SIPINTAR, maka Surat Keputusan dan data dapat disampaikan secara konvensional. 

Aplikasi SIPINTAR (Sistem Informasi Program Indonesia Pintar) adalah sistem informasi yang menyimpan, mengelola, dan menyampaikan data dan informasi terkait Program Indonesia Pintar melalui website pip.kemdikbud.go.id 

Penjelasan di atas dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Penyampaian-SK-Penerimaan-PIP-Dikdasmen

Aktivasi Rekening SimPel PIP Pendidikan Dasar dan Menengah oleh Peserta Didik

Aktivasi rekening SimPel dilakukan oleh peserta didik sendiri dengan syarat yaitu:

  1. Surat keterangan aktivasi rekening SimPel oleh kepala satuan pendidikan kepada bank penyalur yakni Bank BNI dan Bank BRI.
  2. Identitas pengenal peserta didik, peserta didik jenjang SMA, SMALB, SMK, Paket C salah satu dari KIP, Kartu Pelajar, KTP, Kartu Keluarga atau surat keterangan domisili dari Kepala Desa / Lurah
  3. Sedangkan peserta didik jenjang SD, SDLB, Paket A, SMP, SMPLB, Paket B identitas pengenalnya harus lengkap berupa KTP orang tua / wali dan Kartu Keluarga apabila tidak lengkap maka dibuktikan dengan surat keterangan dari aparat pemerintah sesuai domisili. 
  4. Peserta didik jenjang Pendidikan Dasar harus didampingi oleh orang tua / wali, jika tidak dikuasakan kepada kepala / bendahara / guru dari satuan pendidikan.
  5. Selanjutnya, Formulir pembukaan / aktivasi rekening SimPel yang disediakan Bank Penyalur, yaitu Buku SimPel Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kartu Debit KIP (KIP ATM)
Aktivasi-Rekening-SimPel-PIP-Dikdasmen

Aktivasi Rekening SimPel PIP Pendidikan Dasar dan Menengah oleh Kuasa Peserta Didik

Kuasa dari peserta didik jika ingin mengaktivasi rekening SimPel mempunyai syarat utama:

  1. Bahwa belum pernah aktivasi rekening
  2. Surat kuasa peserta didik
  3. Surat Pernyataan Tanggung Jawab (SPTJM) bermaterai cukup yang ditandatangani oleh kuasa peserta didik
  4. Surat keterangan aktivasi rekening dari kepala satuan pendidikan
  5. Fotokopi KTP kuasa peserta didik dan menunjukkan aslinya
  6. Fotokopi surat pengangkatan jabatan kuasa peserta didik yang masih berlaku. 

Persyaratan tersebut diberikan kepada Bank Penyalur baik bank BNI maupun bank BRI untuk dilakukan proses aktivasi untuk mengeluarkan Buku SimPel Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kartu Debit KIP (KIP ATM).

Baca Juga :  Bagaimana Cara Memulai Membuat Blog | Yuk! Ngeblog

Kuasa peserta didik jika sudah mendapatkan Buku SimPel dan Kartu Debit KIP (KIP ATM) harus segera memberikan keduanya kepada peserta didik.

Penjelasan diatas dapat dilihat melalui gambar berikut :

Aktivasi-Rekening-SimPel-PIP-Dikdasmen

Aktivasi Rekening SimPel (Simpanan Pelajar) Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah oleh Kuasa Peserta Didik apabila kondisi (salah satu) sebagai berikut :

  • Penerima Program Indonesia Pintar bertempat tinggal di daerah dengan kondisinya sulit mengakses ke bank penyalur
  • Penerima Program Indonesia Pintar bertempat tinggal di daerah yang kondisi transportasinya sulit
  • Penerima Program Indonesia Pintar tidak memungkinkan untuk mengambil dana / mengaktivasi rekening secara langsung
  • Penerima Program Indonesia Pintar SD, SDLB, Paket A, SMP, SMPLB, Paket B yang tidak dapat didampingi oleh orang tua / wali
  • Penerima Program Indonesia Pintar diundang dalam acara kunjungan kerja pemerintah

Aktivasi KIP ATM PIP Pendidikan Dasar dan Menengah) 

Apabila tidak bersamaan dengan buku SimPel, syarat aktivasi KIP ATM cukup dengan identitas pengenal peserta didik dan Buku Rekening SimPel Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah.

Proses aktivasi melalui bank penyalur yaitu Bank BNI dan Bank BRI setelah selesai aktivasi keluarlah KIP ATM (Kartu Debit KIP)

Dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Aktivasi-KIP-ATM

Penarikan Dana PIP Langsung Pendidikan Dasar dan Menengah

Penarikan dana Program Indonesia Pintar pendidikan dasar dan menengah dapat dilakukan langsung oleh peserta didik maupun oleh kuasa peserta didik.

Cara Penarikan Dana Program Indonesia Pintar oleh Peserta Didik

Dapat menunjukkan Buku Rekening SimPel Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah, menunjukkan identitas pengenal peserta didik, dan menggunakan KIP ATM (Kartu Debit ATM).

Cara Penarikan Dana Program Indonesia Pintar oleh Kuasa Peserta Didik

Penarikan dana Program Indonesia Pintar oleh kuasa peserta didik adalah membawa:

  1. Buku Rekening SimPel Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah
  2. Surat kuasa peserta didik
  3. Surat Pernyataan Tanggung Jawab (SPTJM) bermaterai cukup yang ditandatangani oleh kuasa peserta didik
  4. Surat keterangan aktivasi rekening dari kepala satuan pendidikan
  5. Fotokopi KTP kuasa peserta didik dan menunjukkan aslinya
  6. Fotokopi surat pengangkatan jabatan kuasa peserta didik yang masih berlaku. 

Persyaratan diatas diserahkan kepada Bank Penyalur yang ditunjuk sesuai dengan jenjang peserta didik untuk dilakukan proses penarikan dana Program Pendidikan Dasar dan Menengah.

Setelah mendapatkan dana tersebut kuasa harus segera memberikan Buku Rekening SimPel dan KIP ATM kepada peserta didik.

Pembatalan Kartu Indonesia Pintar terhadap Peserta Didik

Pembatalan Kartu Indonesia Pintar terhadap Peserta Didik ber KIP yang berasal dari keluarga miskin / rentan miskin yang tercatat dalam DTKS Kemensos dapat dilakukan apabila:

  1. Peserta didik sebagai penerima Program Indonesia Pintar meninggal dunia
  2. Putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan 
  3. Tidak diketahui keberadaannya
  4. Menolak menerima Kartu Indonesia Pintar
  5. Tidak lagi memenuhi ketentuan prioritas sasaran penerima Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Menengah
  6. Tercatat sebagai data ganda penerima Program Indonesia Pintar

Pengembalian Dana PIP Pendidikan Dasar dan Menengah ke Kas Umum Negara 

Uraiannya dapat di lihat pada gambar dibawah ini :

Pengembalian-Dana-PIP

Akhir Kata

Demikianlah penjelasan tentang Aplikasi SIPINTAR Enterprise Program Indonesia Pintar (PIP). Untuk Cara Menggunakan Aplikasi SIPINTAR sedang diproses. Semoga ada manfaatnya.